Haji.. inginkah? dan seperti apakah hasilnya?

Setiap orang muslim,, jika ditawari, “ Inginkah naik haji?

jawabnya adalah, “Tentu!

Bahkan, seorang tukang maksiat sekalipun, dalam hati kecilnya menginginkan suatu saat bisa pergi menunaikan ibadah haji. Bagi seorang muslim, haji seakan-akan puncak dari ibadah.

Haji bagaikan suatu pencapaian akhir keber-agama-an seseorang. Ketika seseorang sudah melakukan sholat, zakat, dan kewajiban lainnya, rasanya belum genap seluruh ibadah tersebut jika tidak diakhiri dengan ibadah haji.”

mekah_02

Ketika orang selesai melaksanakan ibadah haji, maka akan ada beberapa perilaku yang mungkin muncul :

  1. semakin mencintai Allah, lebih banyak ibadah dan rutin menjalankannya
  2. Akhlak orang tsb sama ketika sebelum menjalankan ibadah haji, tidak ada perubahan signifikan dari dalam pribadinya,, (“haji tomat“, berangkat ke tanah suci tobat, ketika pulang kumat” 😀 )
  3. menjadi seorang yang sombong n riya`, merasa dia telah dan lebih mengetahui soal agama dari orang manapun, tanpa menyadari bahwa sebenarnya ilmu yang dia miliki masih amatlah kecil dibanding samudra ilmu Allah SWT.

Adalah 3 buah ciri orang riya`, seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu babawih, yakni :

  1. di hadapan orang lain dia akan giat (bersemangat)
  2. apabila sendirian dia malas (ogah-ogahan)
  3. selali ingin mendapat pujian dalam segala hal

Nah, Pada saatnya qta melaksanakan haji nanti (insyaAllah), seperti apakah hasil haji qta..?

Wallahu`alam bishowab. 🙂

Iklan

Renungan beberapa hari ini.. (until 21feb`08)

kebetulan ketika mengunjungi sebuah blog,, ada suatu pesan dari nabi SAW yang luar biasa.. karenanya saya jadikan hal tersebut sebagai bahan renungan saya dalam beberapa hari ini.. 🙂

Rasulullah SAW bersabda, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah. Memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah bagimu. Menunjukkan seorang yang tersesat di daerah yang membingungkan adalah sedekah bagimu. Menjadi pemandu bagi seorang yang buruk penglihatannya adalah sedekah bagimu. Menyingkirkan batu, duri dan tulang adalah sedekah bagimu. Mengosongkan air dari embermu untuk dituangkan ke dalam ember saudaramu adalah sedekah bagimu”

(HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban dari Abu Dzar)

Wallahu`alam bishowab