Nikmat adalah sebuah karunia

Teman,,
setiap hari kita menghirup udara segar..
setiap hari kita bisa beraktifitas dengan lega.. leluasa.. makan+minum dengan enaknya..
Namun, terkadang kita lupa,,
Bilamana jika suatu saat kita sedang sakit? lemah takberdaya, takbisa kemana-mana..
hanya bisa terbaring lemah di kasur / kursi roda, mengeluh begini begitu…
Tidak kah kesehatan sebuah nikmat..?
coba qta amati dalam sebuah ayat cinta-Nya dibawah ini:
36

Q.S. As-Syu`ara : 36

Artinya :

Maka sesuatu apapun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenimatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal. (QS. 42:36)

Kesehatan barulah sebuah 1 contoh sederhana dari kenikmatan dunia, untuk diri sendiri,, masih banyak kenikmatan lain yang tidak jarang kita lupakan dalam lingkungan sehari-hari…

Amanah, adalah suatu nikmat pula. Apabila kita diberi amanah oleh seseorang berarti orang tersebut percaya kepada kita. Kepercayaan tidak dapat dinilai dengan materi, berapa besar pun itu. Bila kepercayaan hanya dinilai dari materi, itu pastilah kepercayaan palsu yang tak lain hanyalah pamrih belaka.

Bila kita telah dipercaya oleh seseorang,, apakah akan kita kecewakan orang tersebut? tentunya tidak bukan?! yang pastinya, qta akan (harus) berusaha sebaik mungkin menjaga agar kepercayaan itu takluntur.. Amatlah berat, ketika kepercayaan telah berpindah tangan.

Apapun posisi qta dalam amanah tersebut, yang penting adalah menjadikan diri kita bermanfaat.

Bermanfaat? memang bisa qta nda bermanfaat jika diamanahi sesuatu?/

pertanyaan diatas kelihatannya sepele. tapi tidak sedikit yang sudah “ahli” dalam praktetknya, namun tidak mau mengakuinya. tidak sedikit awal kepercayaan itu luntur ketika qta menyepelekan amanah.

halah,, amanah gini doang,, gampang deeh,, paling wuz..wuzz jadi. ntar..ntar aja deh. lagi males..

Nah kao kayak yang di atas, tipe orang yang suka menunda-nunda,, ia nggak ingat kalo Allah sewaktu-waktu bisa memanggil. Jika itu udah terjadi,,, hanya penyesalan yang tersisa..

Subhanallah.. begitu banyak nikmat Tuhan yang tidak jarang manusia lalai,, tidak bersyukur,, apalagi bersabar.. bahkan angkuh ato ego untuk mengakuinya sebagai sebuah “nikmat dari Allah SWT”

Bagaimana dengan diri kita pribadi..?

wallahu`alam bishowab

Iklan

Renunganku 5 hari ini.. (12-17) Feb`08

Sudah Ikhlas kah kita..?

Keikhlasan..
hal tersebut mungkin tidak diperlukan dalam permulaan komitmen. Tetapi ia akan menjadi terasa bermanfaat bagi seseorang yang serius untuk taat kepada Allah sejak awal, dapat berinteraksi dengan Allah dalam waktu yang cukup lama, serius untuk beribadah kepada Allah, merasakan nikmatnya ibadah, menyambut seruan Allah dengan serius dan semangat serta terus-menerus menerima godaan. Bagi siapa yang kondisinya seperti itu, maka ikhlas itu penting…

ikhlas adalah menjadikan kata-kata, amal, hidup,segala gerak-gerik, dan mati kita semata hanya untuk mencapai keridhaan Allah SWT.

makna ikhlas salah satunya adalah Anda tidak ingin mendapatkan ada orang lain yang mengetahui atas amal yang telah dilakukan.. Maksudnya adalah, Anda tidak perlu mencari seseorang untuk menyaksikan amalan Anda, cukuplah Allah SWT. Anda tak perlu mencari orang untuk melihat bahwa Anda sholat dan menangis ketikanya. Anda tidak perlu ada orang yang mengetahui bahwa Anda telah memberikan amal di masjid, serta memberi sedekah kepada fakir miskin. Cukuplah Allah SWT yang menjadi saksi.

seperti kita ketahui bersama dalam Al-Quran Surat Fath, ayat 28 berikut ini :

AlFath28

artinya :
28. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Dalam Ayat tersebut, terlihat jelas bagaimana Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar melaksanakan amanah dengan ikhlas, tanpa mengharapan suatu imbalan apa pun.

Ikhlas merupakan salah satu aktivitas hati, bahkan menjadi dasar dari aktivitas lainnya.. karena, diterima atau tidaknya amalan kita tergantung dari aktivitas hati ini (ikhlas) sebuah rahasia dimana tak ada seorang pun yang tahu kecuali Allah SWT. Subhanallah.

Dalam benak kita, mungkin muncul pertanyaan dan pemikiran seperti ini..

ikhlas ya jelas perlu dong pada kegiatan seperti sholat, puasa, zakat, haji ya.. tapi apa hanya pada hal-hal seperti itu saja?

Ternyata tidak, Saudaraku. ikhlas berlaku pula pada hal-hal yang bersifat duniawi. Misalnya seperti belajar, bekerja, merawat adik, membantu orang tua, menolong orang yang membutuhkan bantuan, dsb.. juga perlu keikhlasan lho.. 🙂
Sebagaimana telah disampaikan Allah SWT dalam firman-Nya Q.S. Al-An`am 162:

Al-An`am162

artinya :
162. Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Mari kita jadikan renungan bersama,,,
sudah ikhlas kah kita dalam berbuat segala sesuatu..?
masihkah adakah rasa ingin diakui dan dilihat oleh orang lain bahwa kita telah berbuat suatu kebaikan..?

wallahu`alam bishowab..