Konsistensi Hasil Program vs Programmer

Suatu ketika, ada orang yang lagi mrogram mengeluh,
“Kenapa programnya nggak jalan sih? Harusnya kalo di tutorialnya kan bisa jalan tuh.”

Nggak jarang, diantara kita, baik yang masih newbie atopun udah agak expert jam terbangnya, ketika setelah ngoding, run program.. Eh, si program nggak jalan seperti yang diharapkan. Dicarilah si kambing hitam yang membuat program itu nggak jalan.. Mulai dari passing parameter, sampai query2 rumit..
Setelah dicek, rasanya udah benar, tapi kenapa masih nggak bisa ya..?
Buntutnya, ternyata masalah penulisan variabel. Suatu waktu dia nulis “varAbCd”, tpi di lain bagian dia nulis “varAbcd”. Parahnya, ternyata programming language yang dia pakai itu Case Sensitive,, itu yang bikin si programmer tadi nyari sampai lamaa baru ketemu.
apa sebabnya kok bisa lama baru bisa ketemu?
Secara psikologis, mata manusia jika membaca huruf depan & belakang suatu kata, maka intepretasi kata tersebut bagaikan suatu kata utuh, meskipun huruf di tengahnya ada yang besar/kecil/

سُبْحَانَ اللَّهِ.
Itulah Kuasa Ilahi.. (Mungkin detail dari kisah ini akan diulas di lain waktu).

Oleh karena itu, meskipun programmer yang udah senior pun, masih ada kemungkinan kesalahan “sepele” ini terjadi, karena itu refleks bawah sadar dari syaraf mata manusia.

Anyway, sebagai penutup dari tulisan ini.. Khususnya untuk ngingetin diri saya sendiri 🙂

Konsistensi Program yang dihasilkan oleh seorang Programmer bergantung Pada Konsistensi Programmer-nya.
So, Don’t blame your Program / Others before you Blame Yourself, First..!
(ง’̀⌣’́)ง.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan