Titip Absen? No Way!

Andaikan Anda punya rekan kerja / teman yang anda percayai, tapi ternyata ia menipu / membohongi anda, apa yang anda rasakan?

Senang? Tertawa? Kecewa? Marah?

sama juga dengan dosen Anda, bila ia tahu bahwa Anda telah menipunya!


Stop Titip Absen!

setelah sekian lama nggak posting blog, akhirnya untuk postingan kali ini temanya agak hangat, bahkan mungkin panas bagi sejumlah orang tertentu, sebut saja aktivis titip-absen.

by the way.. apa itu titip absen?  in case mungkin belum pernah tau atau denger, khususnya adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah atau bapak-ibu guru / dosen yang belum pernah denger istilah ini, mari kita sharing.. mulai dari historinya, hingga efek-efeknya.. ^_^

titip absen itu suatu tindakan dimana seseorang nggak masuk kuliah, tapi “minta tolong” temannya agar ketika mengisi daftar kehadiran, “diwakilkan” oleh temannya itu, dengan cara si temannya tadi memalsukan tandatangan teman yang “minta tolong” alias si pembolos.

Dengan kata lain, “titip-absen” (selanjutnya akan saya sebut dengan istilah “TA”) itu tindakan menipu dosen agar mahasiswa yang tidak hadir tersebut tampak seolah-olah hadir, karena pada daftar kehadirannya tandatangannya ada. Biasanya alasan dari para aktivis titip absen ini bisa karena salah satu diantara ini:

  • sibuk ngerjain tugas yang belum selesai lah,
  • ada aktivitas BEM, HIMA, atau Rapat SC / OC kegiatan
  • lagi ada Aksi / Demonstrasi,,
  • lagi ada  seminar /Kajian,
  • atau.. lagi ada lemburan Proyek,  etc,, ANYTHING.

Pertanyannya,,

  • darimana budaya ini muncul?
  • kenapa bisa menjadi suatu hal yang dianggap biasa?
  • sadarkah para pelaku tentang Esensi dari perbuatannya itu?

Budaya Titip-Absen

Suasana kuliah merupakan suatu hal yang berbeda dengan ketiak masih di bangku sekolah..

kalau ketika di sekolah, bapak-ibu guru akan memeriksa absen siswanya di pagi hari & tidak mungkin siswanya keluar-masuk jam pelajaran kecuali karena ada izin dari guru/yang lain..

saat kuliah?

di pendidikan tingkat kampus, salah satu poin syarat UAS / kelulusan dari mata kuliah adalah jumlah kehadiran. Besar presentasenya bervariasi. ada yang 80%, ada yang 70%, dll.

itu artinya, jika 1 mata kuliah 2 sks, misalnya total pertemuan 1 semester 18kali & batas kehadiran minimal 80%. maka “jatah” kosong absennya (tanpa keterangan)  adalah 3 kali.

sebagian besar dosen mengizinkan setiap mahasiswa mengisi daftar kehadiran sendiri di setiap pertemuan, berupa tanda-tangan masing-masing peserta kuliah.  ini terjadi karena seorang mahasiswa dianggap telah menjadi seorang yang dewasa, bisa mengatur dirinya sendiri.

Dosen mengajar banyak mata kuliah, banyak kelas, ada potensi bahwa dosen tidak hafal seluruh isi kelas. hanya sejumlah mahasiswa saja, yang mungkin memang aktif di kelas. itu pun juga, tidak banyak dosen yang melakukan cek ulang daftar kehadiran. hanya beberapa dosen yang melakukan absen dengan cara dipanggil satu persatu. seperti saat sekolah dulu.

Akhirnya,,, apa yang terjadi kawan?

Ternyata,, fleksibilitas semacam ini banyak disalah-gunakan sebagai “kebebasan untuk tidak masuk kuliah, tapi tetap dianggap masuk kuliah oleh sang dosen“.

Yang saya herankan,, tidak sedikit dari mereka yang menganggap itu hal yang lumrah, malahan dianggap aneh kalo kuliah tapi nggak pernah nitip absen.  ~ WHAT THE…?? paham macam apa ini?? ~

Titip Absen = Korupsi!!!

Sadar atau nggak,, mau mengakui atau nggak,,,  Titip absen adalah bentuk KETIDAK-JUJURAN.

kok bisa?

orang yang tidak hadir kuliah, tapi ngaku-ngaku kalo dia hadir, dengan cara “mewakilkan” absensinya ke temannya. Dengan melakukan TA, baik orang yang dititipin maupun yang minta di-TA-in adalah sama-sama terlibat dalam melakukan kebohongan.

kalau hal kecil seperti absensi kehadiran kuliah tadi saja sudah nggak jujur, bagaimana dengan hal yang lebih besar?

Pendahulu-pendahulu kita yang mungkin sekarang ini masih hidup bergelimpangan harta dari asal yang tidak halal (salah satunya korupsi) bukan tidak mungkin berawal dari kebohongan kecil seperti ini.

karena terbiasa bohong pada hal yang kecil, maka lama-kelamaan, tanpa sadar ia akan “belajar” untuk berbohong pada skala yang lebih besar, salah satu bentuknya.. markup, KKN, dll.

kalau begitu terus… kapan kita bisa bebas dari itu semua?? ~ think it, well ~

Trus, kalau memang nggak bisa masuk kuliah gimana dong?

tidak sedikit yang lupa bahwa kalau memang nngak bisa hadir kuliah, ada surat izin atau surat keterangan sakit (kalau sakit). Dengan surat itu, teman-teman akan dianggap hadir. nggak perlu kuatir dianggep mbolos.

simple kan? ^_^


Kejujuran, dimulai dari hal kecil & bisa dilakukan sekarang juga oleh diri sendiri.

Mari, SAY NO TO “TITIP ABSEN” kepada orang yang mau nitip absen ke kita, ataupun bagi diri sendiri bila muncul niat untuk “ingin” melakukan perbuatan kotor itu.

Ingatlah selalu bahwa:

  • Allah SWT Senantiasa MENGAWASI,,   ANYTIME, ANYWHERE.
  • Ketika Saatnya tiba nanti… Mata, Kaki, Tangan, dan Hati akan menjadi saksi atas segala perbuatan kita di dunia ini, langsung di hadapan-Nya.

wallahu`alam bishowab.

Be Gentle, Be Responsible 🙂

Surabaya, 20-Des-2010

Di Sebuah Ruangan dengan banyak buku & lemari di kampus tercintaku

dhanika – seorang yang masih butuh banyak belajar –

Iklan

4 comments on “Titip Absen? No Way!

  1. hahaha…ide yang bagus. saya sendiri sebagai pengajar, tidak terlalu mempermasalahkan mahasiswa saya hadir 100%. kalau mereka punya kemauan untuk belajar, mereka akan sadar dengan sendirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s