Critical Points to Succes

Belum lama ini, saya  dapat sharing dari seorang trainer psikologi & komunikasi yang kebetulan jadi dosen yang ngajar salah satu mata kuliah saya.. disini saya nyoba kutip, rangkum  & sharing dengan teman-teman,, sapa tau bermanfaat.. 🙂

Ada 7 Kunci puokok sehingga seorang dapat dikatakan sukses, baik dalam hal kita bekerja, kuliah atau dengan masyarakat sekitar….

1. Be Happy

  • dimanapun kita berada, kalau kuliah / kerja, harus senang! alias dinikmati,, sehingga hati merasa nyaman dan akhirnya merasa betah / kerasan berada disana..

2. Never Give-up!

  • Bagi yang ngikutin serial Naruto, baik anime/manga-nya, pasti udah hafal luar kepala dengan prinsip dia yang satu ini. pantang Menyerah! Berusahalah sebaik-baiknya.. ketika kita sedang ada masalah, jangan pernah menyerah! karena, lari dari permasalahan nggak akan menyelesaikan permasalahan itu sendiri,, hanya menunda waktu saja…

3. Never Complain

  • Nggak jarang, ketika sedang ada masalah, orang cenderung melenguh  (emangnya sapi? 😀 ) mengeluh.. Dengan mengeluh, orang itu telah membuang banyak energi yang harusnya bisa dimanfaatin untuk nyari solusi dari masalah yang sedang dihadapin.. 🙂

4. Disiplin

  • Disiplin disini bukan hanya soal tepat waktu. Tapi,, lebih ke arah tepat dalam menempatkan diri pada kondisi sosial di sekitarnya. Sehingga sikap / perilaku, tata bicara, dan karakter seseorang harusnya disesuaikan pada tempat dimana dia berada. Secara otomatis, sifat tepat waktu akan muncul dengan seiring dengan itu.
  • contoh: Pas lagi kerja / kuliah / praktikum,, eh ada orang yang malah facebook-an, chattingan, plurking-an, twitter-an..  dalih-nya dia sih agar up-to-date berita, jaga silaturahim, dll..  tapi itu sama sekali bukan sikap orang yang disiplin, karena dia tidak bisa belum bisa menempatkan dirinya dengan baik.

5. Like to Learn

  • Generasi Pembelajar! manfaatkan waktu luang untuk belajar. Gimana caranya belajar? tentunya dengan Membaca! dengan membaca maka seseorang akan menjadi mengerti,, lalu dia akan bisa paham & menerapkannya :). Medianya banyak,,, baik lewat dunia maya, maupun nyata..

6. Graceful

  • Nggak jarang ketika seorang sedang underpressure malah “digembosi”, diejek, disindir, dan kawan-kawannya..  Graceful disini maksudnya adalah Bisa memberikan harapan positif bagi orang lain, baik teman, adik, kakak, rekan kerja, dll.. Tujuannya adalah untuk Menyemangati & membahagiakan orang tersebut, sehingga motivasinya tumbuh… nggak down lagi.
  • Dalam agama, juga diajarkan kepada kita bahwa.. sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya,, oleh karena itu, daripada menghabiskan energi untuk nggembosi orang yang sedang kena masalah.. it`s better if we can share & motivate them.. sehingga kita dapat berbagi & menjadi bermanfaat bagi orang itu.. 🙂

7. Grateful

  • Grateful…alias Bersyukur kepada-Nya! & tau terima kasih kepada orang lain.
  • Nggak sedikit orang yang kurang berterima kasih kepada orang lain, padahal orang tsb telah banyak membantu nya.. Kecenderungannya, yang diingat adalah keburukannya melulu.
  • ada 2 hal kenapa kok orang kurang berterima kasih kepada orang lain, yaitu kurangnya komunikasi & Respek orang tsb kepada orang lain!

Contoh:

Pak Budi punya pelayan bernama tomi ( kok namanya lebih keren pelayannya ya? gpp deh :D). Pak Budi suka teh yang wasgitel ( wangi, seger (harum), legi (manis),  kenthel (kental)). selama 35 hari dia bekerja, teh buatanya selalu wasgitel,, dan sikap pak budi selama 35 hari itu biasa aja,,. Tapi…. pada hari ke-36, ternyata teh buatan tomi kurang gula, jadi rasanya kurang manis bagi pak Budi. Ketika minum teh itu pak budi bereaksi (pilih salah satu):

Guoblook kamu Tomi, Ga bisa bikin teh apa????” teriak Pak Budi di hadapan tomi, sampe si tomi serasa dihantam hujan lebat..

Sambil diam, dalam hati tomi bergumam… “(la yang 35 hari kemarin saya buat itu emang bukan teh ya?  kok Pak Budi minum sampe habis lo…?) “

bandingin dengan reaksi yang ini:

“Tomi.. teh mu ini udah wangi,, seger,, kenthel pula. tapi kayaknya kok kurang gula ya,, gimana kalo ditambah gula lagi? ” kata pak budi

“iya,pak. maaf kurang gulanya,, soalnya tadi habis.. dan belum sempat beli. segera saya belikan dulu pak”, jawab tomi dengan nada bersalah

“iya, Terima kasih ya Tom. Teh buatan mu mantap!”, lanjut pak Budi

Gimana? beda kan feel-nya..pada reaksi yang pertama, Pak Budi sama sekali nggak ngajeni orang yang udah bekerja dengan baik terhadapnya, ucapan terima kasih pun nggak muncul, malah tomi dapet doorprize “hujan lebat” dari pak Budi. sedangkan pada kondisi yang kedua,, kita bisa simpulkan sendiri seperti apa..

🙂

semoga bermanfaat bagi semua.. khususnya bagi diri saya sendiri (amin).

~ respect youself, respect other ~


Iklan

4 comments on “Critical Points to Succes

  1. Salam Kenal, Boleh saya tahu ga siapa nama trainernya? Saya sedang membuat proposal training komunikasi. Siapa tahu bisa saya usulkan jadi trainer di kantor. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s