PSB 2009: kembali dari online menuju manual. Bagaimana dengan tahun depan?

PSB Online 2009 full-paperless yang berlangsung sejak senin lalu ternyata tidak sesuai harapan semua pihak. Mulai dari koneksi situs yang lambat, susah login, hingga gagal membuka situs tersebut sama sekali. Karena  sistemnya full paperless, orangtua & calon siswa kesulitan dalam melakukan pengaduan tentang masalah ini. Fasilitas yang disediakan untuk melakukan pengaduan di http://pengaduan.psbsby-online.net maupun http://forum.psbsby-online.net pun tidak banyak memuaskan orang-tua & calon siswa,  pada saat mereka membutuhkan ternyata halaman pengaduan tersebut tidak dapat dibuka atau sempat lama loadingnya (waktu loading pernah hingga lebih dari 30menit)

Pada akhirnya.. berujung pada hal yang sama, yaitu calon siswa kesulitan untuk melakukan proses pendaftaran.

Menilik dari berita Jawa Pos  yang sempat saya baca pagi tadi (hari Rabu, 24 Juni 2009) disebutkan bahwa PSB 2009 untuk RSBI kembali ke sistem manual. Sedangkan untuk sekolah reguler, rencananya tetap akan menggunakan sistem online. (selengkapnya, dapat dibaca di JawaPos halaman metropolis hari ini)

Ditengarai berbagai hal menjadi penyebabnya. Diharapkan pihak penyelenggara untuk tahun selanjutnya dapat lebih baik & lebih matang dalam memperhitungkan segala aspek yang ada, khususnya hal-hal yang krusial. Bagaimanapun juga, sistem online bertujuan untuk mempermudah semua pihak, baik penyelenggara, khususnya orang-tua & calon siswa yang hendak mendaftar dan mengamati perkembangan proses pendaftaran serta meminimasi adanya potensi tindakan tidak sportif dari calon siswa yang ingin mendaftar dari “jalur belakang”. Terbukti, siswa yang tahun-tahun sebelumnya berusaha untuk curang dapat diantisipasi.

Belajar dari pengalaman ini, muncul pertanyaan yang sangat umum namun dapat menimbulkan bermacam reaksi yang berbeda.

Bagaimana sebaiknya sistem PSB-online selanjutnya diterapkan?

full-paperless? atau semi-paperless (seperti beberapa tahun terakhir yang telah diterapkan di Surabaya) ?

mana yang lebih baik?

Artikel terbaru yang berkaitan dengan PSB  :

Iklan

4 comments on “PSB 2009: kembali dari online menuju manual. Bagaimana dengan tahun depan?

  1. Untuk sasaran sekolah SMA dan di bawahnya, sistem full-paperless justru menjadi bumerang. Akui saja, gak banyak ortu dan siswa yg bisa mengoperasikan komputer, apalagi akses internet. Andai siswanya mampu, tetap saja kebanyakan ortu gak mau melepaskan begitu saja pilihan sepenuhnya pada anak. Kecanggihan teknologi sebaiknya diletakkan pada posisi yg proporsional, jgn dipaksakan.

    So, untuk tahun ini dan beberapa tahun mendatang, sistem semi-paperless rasanya masih lebih baik dalam penerapannya. Apa yg ditawarkan oleh http://www.siap-psb.com rasanya masih jadi pilihan terbaik. Itu sebabnya mereka masih menggunakan mekanisme semi-paperless, walaupun saya yakin mereka juga mampu membangun sistem yg full-paperless.

    salam kenal.
    hmm.. setahu saya ada alasan tertentu mengapa surabaya tidak menggunakan siap-spb..
    tapi wallahu`alam untuk detailnya.. mungkin bisa ditanyakan langsung ke pihak pengembangnya SIAP.. daripada saia salah ngomong.. 🙂

  2. salut.2x di sela2 TA masi nyempetin update blog .. mengenai psb, kita liat aja gmn hasilnya klo paperless

  3. kalau menurut saya , PSB menggunakan sistem nem adalah tidak murni/asli. karena bisa saja nilai itu adalah hasil menyontek , karena teman” saya seperti itu. jadi tolong hapuskan sistem nem dan saat PSB menggunakan test tulis saja .

    sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s