Haji.. inginkah? dan seperti apakah hasilnya?

Setiap orang muslim,, jika ditawari, “ Inginkah naik haji?

jawabnya adalah, “Tentu!

Bahkan, seorang tukang maksiat sekalipun, dalam hati kecilnya menginginkan suatu saat bisa pergi menunaikan ibadah haji. Bagi seorang muslim, haji seakan-akan puncak dari ibadah.

Haji bagaikan suatu pencapaian akhir keber-agama-an seseorang. Ketika seseorang sudah melakukan sholat, zakat, dan kewajiban lainnya, rasanya belum genap seluruh ibadah tersebut jika tidak diakhiri dengan ibadah haji.”

mekah_02

Ketika orang selesai melaksanakan ibadah haji, maka akan ada beberapa perilaku yang mungkin muncul :

  1. semakin mencintai Allah, lebih banyak ibadah dan rutin menjalankannya
  2. Akhlak orang tsb sama ketika sebelum menjalankan ibadah haji, tidak ada perubahan signifikan dari dalam pribadinya,, (”haji tomat“, berangkat ke tanah suci tobat, ketika pulang kumat:D )
  3. menjadi seorang yang sombong n riya`, merasa dia telah dan lebih mengetahui soal agama dari orang manapun, tanpa menyadari bahwa sebenarnya ilmu yang dia miliki masih amatlah kecil dibanding samudra ilmu Allah SWT.

Adalah 3 buah ciri orang riya`, seperti disabdakan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu babawih, yakni :

  1. di hadapan orang lain dia akan giat (bersemangat)
  2. apabila sendirian dia malas (ogah-ogahan)
  3. selali ingin mendapat pujian dalam segala hal

Nah, Pada saatnya qta melaksanakan haji nanti (insyaAllah), seperti apakah hasil haji qta..?

Wallahu`alam bishowab. :)

4 Tanggapan

  1. assalam,mas..
    wah,kapan y saia kesana?
    nti klo kesana bareng2 y,mas..
    amien..^_^

  2. Anda menulis, Haji bagaikan suatu pencapaian akhir keber-agama-an seseorang. Ketika seseorang sudah melakukan sholat, zakat, dan kewajiban lainnya, rasanya belum genap seluruh ibadah tersebut jika tidak diakhiri dengan ibadah haji”. Dari segi teks, saya setuju. Namun jika ditinjau dari segi ruh, maka pernyataan Anda sama sekali tidak mewakili kenyataan di lapangan. Kalau ibadah cuma sebatas gerakan sih, mungkin ya, tapi adalah yang utama diketahui adalah ibadah haji secara ruhani, bukan semata fisik. Begitupun sholat, puasa dan zakat yang harus mewujud dalam setiap perilaku kehidupan sehari-hari.

    Salam,.

    waalaikumsalam
    salam kenal Mas :)

    Ibadah haji jika hanya dilakukan secara “gerakan” saja tanpa menghayati makna sebenarnya maka hasil dari orang tsb setelah melaksanakan ibadah haji tentunya berbeda..
    seperti ciri orang “ke-2″ dari 3 tipe orang di atas..

    Wallahu`alam :)
    thanks udah mampir blog saya, jangan bosen mampir y,, hehe

  3. ehm.. haji…. bukankah itu yang dinginkan setiap orang yang bekerja……

    eh.. tuh Gaji yah :D

    dzziing… bisa aj mas iki.. :D

  4. Kalo naik haji naik pesawat pp,dg biaya berjutajuta gw tidak mau,bayangkan jika uang itu di berikan kepada yatim piatu alangkah senang nya mereka.
    He..he satria fu gw lari 130kpj(boncengan)di bypass mjkrt-sby

    kalau disuruh memilih antara haji atau diinfakkan ke yatim-piatu,, itu tergantung orang-nya mas..
    pernah ada seorang yang nggak jadi ibadah haji & menginfakkan uangnya untuk diberikan kepada yang lebih membutuhkan saat itu..
    Subhanallah, tahun berikutnya ada orang yang memberangkatkan ia naik haji.. ^_^

Tinggalkan Balasan